be who you are and say what you feel because those who mind don't matter and those who matter don't mind ( Dr. Seuss )

02 May 2009

The Last Airbender

ada berita bagus buat yang rajin nonton Avatar : The Legend of Aang di Nickelodeon ataupun di Global TV. kabarnya nih, serial tersebut sedang dalam proses penggarapan menjadi sebuah film berjudul The Last Airbender. film ini sendiri rencananya akan di-release tanggal 2 July 2010.
sementara filmnya sedang dibuat, mari ngomongin para pemainnya. sebenernya kabar tentang siapa yang ambil bagian dalam film ini masih simpang siur. tapi dari website yang cukup bisa dipercaya, saya nemuin nama-nama berikut ini :

yang akan berperan sebagai Aang, si tokoh utama, adalah Noah Ringer. he's 12 years old and was cast based on an internet audition. banyak juga sih penghuni dunia maya yang menyampaikan protesnya terkait pemilihan Noah sebagai Aang. sama halnya dengan pemilihan pemeran Goku di Dragon Ball Movie kmaren. Goku kan harusnya orang Asia, kenapa mukanya bule banget?! begitu juga dengan pemeran Aang dalam filmnya ini, terlalu bule.
next, Sokka akan diperankan oleh Jackson Rathbone. buat yang pernah nonton Twilight, Jackson ini adalah salah satu anggota Cullen's family. dan lagi-lagi, Jackson terlalu bule untuk jadi Sokka. satu pertanyaan saya, kalau di film Twilight, karakter Jackson itu cool dan keren, apakah di film Last Airbender ini dia bisa memerankan Sokka yang aneh dan nyeleneh? we'll see.
sementara itu, peran Katara akan dimainkan oleh Nicola Peltz. Firelord Ozai akan diperankan oleh Cliff Curtis. daaaaaaan..... karakter favorit saya di kartun Avatar ini, Zuko, akan diperankan oleh Dev Patel. si 'Jamal Malik' dalam film sensasional Slumdog Millionaire. wow.. wow.. wow..
sempat terlintas di pikiran saya, kenapa Dev Patel nggak jadi Sokka aja? kayaknya dia lebih pas membawakan peran Sokka. sementara itu, Jackson menjadi Zuko. gimana menurutmu?

(di klik aja gambarnya kalau mau lihat tampang si pemain lebih jelas lagi)

post signature


18 April 2009

knowing

what happen if you knowing your own future?

inilah yang coba digambarkan dalam film yang dibintangi oleh pria-tua-tampan, Nicolas Cage. i love him. i love all handsome man living on earth.

cerita berawal di tahun 1959, di sebuah SD di Massachusetts, ketika seorang guru meminta murid-muridnya membuat sebuah gambar di atas selembar kertas yang nantinya akan dikubur dalam sebuah time capsule selama 50 tahun. setiap murid menggambar apa yang mereka pikirkan, kecuali Lucinda Embry, yang justru memenuhi kertas dengan deretan angka.

kini (2009), 50 tahun setelah dikubur, time capsule pun dibuka. setiap murid mendapatkan satu kertas. kertas aneh milik Lucinda jatuh ke tangan Caleb Koestler (Chandler Canterbury). he took that home and give it to his father, Prof. John Koestler (Nicolas Cage).

Caleb yakin ada sesuatu yang tersimpan dibalik deretan angka buatan Lucinda itu. John yang awalnya nggak percaya akhirnya mulai meneliti angka-angka tersebut.susunan angka pertama yang diteliti adalah 91120012974, dibantu Google, maka angka itu memiliki arti bahwa 2.974 jiwa tewas dalam peristiwa 11 september 2001. deretan angka selanjutnya juga menunjukkan seluruh peristiwa dunia yang menelan korban jiwa. semua peristiwa itu tepat terjadi setelah kertas milik Lucinda dibuat.

sampai akhirnya, tersisa beberapa angka yang belum menjadi peristiwa. angka-angka tersebut merujuk kepada tiga tanggal, artinya akan terjadi 3 peristiwa besar lagi.

John berupaya keras mencegah ketiga peristiwa itu terjadi. namun dua peristiwa besar gagal dicegahnya dan tetap berjalan seperti yang ditulis Lucinda. ketika ia mengetahui apa yang sekiranya akan terjadi dalam peristiwa ketiga, peristiwa terakhir yang tertulis dalam kertas Lucinda, John terus mencari petunjuk-petunjuk yang tersisa untuk menyelamatkan diri, karna peristiwa ini lebih besar dari sebelumnya dan meleibatkan lebih banyak manusia.

apa sih peristiwa itu? let the movie tell ya!

time to comment. 4 stars buat film ini. Nicolas Cage selalu ok. filmnya juga ok, namun endingnya kurang ok buat saya.

post signature

12 March 2009

through my perspective

saya sangat menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi pemikiran bahwa setiap orang punya perspektif yang berbeda. orang tua saya pun menganut sistem nilai yang sama, anaknya dibebaskan berbicara dan mengutarakan pendapat. catat, hanya sebatas berbicara dan mengutarakan pendapat. bukan berarti boleh melakukan hal sesuka hati di luar keputusan mereka. ternyata nggak semua hal bisa dikompromikan. atas nama "demi yang terbaik untuk anak", tiap detil kehidupan saya pun dinilai. pada akhirnya, nggak ada lagi yang namanya beda individu beda perspektif.

seorang teman berkata : "you must see ini mother's perspective". ya, but im not her. kalaupun saya dipaksa melihat dari sudut pandang orang tua, pasti mereka begitu karna ingin yg 'terbaik' buat sang anak. tapi apakah 'yang terbaik' menurut orang tua juga berarti 'yang terbaik' untuk anak? hey dear! sebenernya siapa sih yg menjalani kehidupan? bukannya nggak ada orang yg lebih paham tentang kita selain diri kita sendiri? (it's my perspective)

jadi, dalam menentukan hidup seorang anak, perspektif siapa yg harus digunakan? perspektif orang tua sebagai pembuat kebijakan dan penyedia fasilitas hidup? atau perspektif si anak sebagai pelaksana kehidupannya sendiri?

sama saja halnya jika bicara soal negara. semua orang punya perspektif masing-masing mengenai apa yg terbaik buat negara. dan lagi-lagi, semua bicara atas nama "demi yang terbaik untuk negara". si menteri keuangan bilang A, si presiden bilang B, sedangkan si petani bilang C. lalu perkataan siapa yg harus dibenarkan? sementara urusan negara bukanlah urusan menteri keuangan semata, bukan juga urusan tentang presiden seorang, tapi ini urusan semua makhluk hidup dalam negara yang mencakup jajaran tertinggi pemerintahan hingga petani, pengusaha, pengamen, karyawan, ibu rumah tangga, fakir miskin dan lain sebagainya.

lagi, dalam menentukan hidup sebuah negara, perspektif siapakah yang harus digunakan?

post signature

27 February 2009

DEFIANCE

udah lama nggak review film. dari kmaren banyak nonton film, termasuk bridewars, tapi nggak nulis apa-apa disini karna dilanda penyakit malas. okey, skarang saya mau nyoba nulis mengenai film DEFIANCE yg baru aja saya tonton.

film yg diambil dari kisah nyata ini berlatarkan Perang Dunia ke 2, kira-kira tahun 1941. Tuvia Bielski, yg diperankan oleh Daniel Craig yg mukanya biasa kita lihat sbagai James Bond di Quantum of Solace, jadi tokoh utama dalam cerita. Tuvia dan saudara-saudaranya harus kabur untuk menghindari pasukan Nazi yang kala itu sedang membersihkan Jerman dari orang-orang Yahudi. bersama kaum Yahudi lainnya, mereka bersembunyi di hutan. berpindah dari satu hutan ke hutan lain tiap kali tempat persembunyian mereka diketahui oleh pasukan Nazi.

berbekal persenjataan dan makanan seadanya, mereka berusaha melawan Nazi dan mempertahanakan hidup mereka sendiri. banyak adegan tembak menembak hingga bikin saya seringkali tutup mata dan jadi inget film G30SPKI. rasa persaudaraan yg kuat sangat digambarkan dalam film ini. walaupun ini film sejarah yg punya cerita serius, tapi nggak membosankan kok buat ditonton.

menyimpang dari crita sdikit ah. film ini kan berlatar di Jerman, jadi bahasa inggris yg digunakan oleh para pelakon di film ini ber-aksen Jerman pula. hal itu menarik banget buat saya dan seorang teman yg menemani saya nonton, akhirnya sepanjang film, kami berusaha meniru dialog mereka lengkap dengan aksen Jerman-nya yg kental sambil ketawa-ketiwi bikin ribut.

pada akhirnya, sama seperti film-film sejarah lain, ending dari film ini masih diceritakan dalam tulisan. kaum Yahudi tersebut masih harus berpindah-pindah selama 2 tahun hingga perang selesai. Tuvia kemudian bergabung bersama Zus (his brother) menjalankan usaha mereka. dan saya pulang dengan bahasa inggris logat jerman yang aneh.

post signature

23 February 2009

kok ungu?!

dimulai dengan gelang ungu yang melingkar di pergelangan tangan kiri saya. lalu menemukan segerombolan siswi SD berseragam olahraga ungu dalam perjalanan menuju kampus, nggak lama setelah itu berpapasanlah saya dengan pengendara motor berjaket ungu. nggak jauh di belakangnya, lewat juga wanita dengan kantong belanjaan warna ungu.

sesampainya saya di kampus, bertemu doddy dengan kaos ungunya. saat duduk di koridor, seorang pegawai tata usaha lewat dengan blazer ungu dari arah kanan dan ternyata dari arah kiri lewat juga gadis dengan kemeja ungu metalik.

emangnya trend warna 2009 itu ungu ya?

post signature

Grab this Widget ~ Blogger Accessories